Morning
cw // mention of kiss
“Ddeongun!”
Cklek!
Jendela itu terbuka, menampilkan seorang bocah dengan wajah tampan khas bangun tidur.
“Ih, kok Ddeongun balu bangun? Padahal hali ini hali ulang tawun Ddeongun, halutna Ddeongun bangun pagi kayak Ddeonu!” omel bocah manis dari seberang jendela.
“Ddeonu kan memang rajin bangun pagi, nda kayak Ddeongun.”
Ekspresi kesal muncul dari wajah cerah itu, “Cebental lagi Ddeonu datang ke lumah Ddeongun, Ddeongun udah halut wangi!” lalu pergi meninggalkan bocah lainnya yang buru-buru ke kamar mandi.
•••
Sunghoon keluar dari kamarnya dengan setelan yang biasa ia gunakan saat dirumah, cepat-cepat turun kelantai bawah saat mendengar suara familiar yang sedang berbincang dengan sang mama.
“Hoonie!” Sunghoon sedikit terhuyung saat tubuhnya dipeluk tiba-tiba. “Selamat ulang tahun, Hoonie!”
Pemilik tubuh di pelukannya itu mendongak, menatap mata Sunghoon dengan pandangan berbinar. Gemas, Sunghoon segera mengecup pucuk hidung mungil itu.
“Makasih, kecil.”
“Yaampun, dari kecil ga pernah berubah ya agenda ulang tahunnya Sunghoon. Dibangunin, dipeluk, abis ini pasti-”
“Piknik!” seru Sunoo memotong ucapan mama, membuat ketiga orang itu tertawa bersama.
“Iya, piknik. Hati-hati, Sunoo tolong jaga Sunghoon ya, Sunghoon juga jagain calon mantu mama jangan sampe lecet.” ujar mama sambil menyerahkan keranjang piknik yang memang sudah dibawa Sunoo dari rumah.
“Siap, mama!” mama tersenyum melihat tingkah anak dari tetangganya itu. Lalu ia beralih pada putra tunggalnya, mengangkat kedua alisnya saat Sunghoon mengedipkan sebelah matanya.
“Dadah, mama!”
“Dadah!”
•••
“Hoonie Hoonie, kita duduk situ hayuk!” Sunghoon hanya mengangguk dan membiarkan tangannya ditarik oleh yang lebih muda.
“Nah, Hoonie berdiri dulu disitu, biar aku aja yang atur.”
“Iya, kecil.”
Sunoo membuka keranjangnya dan mengeluarkan alas piknik yang selalu digunakannya setiap ia pergi piknik dihari ulang tahun Sunghoon.
“Hoonie duduk sini, boleh?” tanya Sunghoon saat Sunoo sudah selesai mengatur letak alasnya.
“Boleh-boleh!” Sunoo mengangguk sambil tersenyum, matanya sampai menghilang karena tertekan lemak di pipinya yang terangkat.
Sunghoon duduk dengan tenang, walaupun jantungnya sedikit berdegup kencang karena menunggu reaksi dari si manis tentang sesuatu yang disiapkannya didalam keranjang piknik itu -dengan bantuan mama, tentunya.
Roti, kukis, bunga lili, hingga bolu coklat sudah Sunoo letakkan diatas alas. Hingga akhirnya eskpresi terkejut muncul di wajah cantik itu, membuat Sunghoon tersenyum.
“Eh, ini apa? Hoon-” Sunoo menoleh dan terdiam saat Sunghoon sudah berlutut dihadapannya. Tangan besar itu mengambil kotak beludru ditangan Sunoo, lalu membukanya.
“Wah..” Sunoo menganga saat melihat sebuah kalung dengan liontin permata berwarna kuning, terlihat sangat cantik.
“Sunoo, kecilnya Sunghoon.”
“Iya?”
“Makasih, buat semuanya. Awalnya Hoonie ga pernah nyangka kalo anak sok akrab yang doyan teriak pagi-pagi bakal jadi pacar Hoonie, sampe bikin Hoonie bucin banget sama dia. Sekarang Hoonie udah dewasa, udah bisa jagain si kecil dari bahaya diluaran sana. Hoonie sayang banget sama si kecil, kelewat sayang. Hoonie mau jadi orang yang pertama kali si kecil lihat saat bangun tidur dan orang terakhir yang si kecil lihat sebelum tidur. Kecil, boleh ga Hoonie ganti status dari pacar Sunoo jadi suami Sunoo?”
”...”
“Hm?”
“Hiks..”
“Loh?” Sunghoon segera menaruh kotak kalung itu dan memeluk Sunoo, “Kok nangis?”
“Hoonie romantis banget, aku terharu.” lirih Sunoo yang membuat Sunghoon terkekeh.
“Makanya, cuma ke kamu doang nih aku jadi romantis. Jadi gimana, mau ga?” kini Sunghoon menangkup wajah Sunoo yang memerah.
“Mau..” jawab Sunoo sambil terisak.
“Mau apa?” Sunghoon menaikkan alisnya, berniat mengerjai Sunoo.
“Ish! Mau Sunghoon jadi suami Sunoo.” bibir itu maju, membuatnya terlihat semakin lucu dengan hidung merahnya.
Chu!
“Makasih, kecil. Hoonie bakal bikin kecil bahagia terus. Sekarang, kecil mau pake kalung ini?” Sunghoon menunjuk kotak kalung yang tergeletak tak berdaya.
“Mau!”
Beberapa menit kemudian, kalung itu terpasang cantik dileher Sunoo.
“Cantik, calon suami Hoonie cantik banget. Aku mencintaimu, kecil.” ujar Sunghoon sambil menempelkan keningnya dengan kening Sunoo.
“Hoonie juga ganteng, hehe. Aku juga cinta Hoonie.” Sunoo mengelus rahang tajam Sunghoon.
Perlahan, Sunghoon mendekat dan menyatukan bibir keduanya.
“Anjir, perasaan cipokan ga ada dalam rencana..” lirih Jay yang menyaksikan aksi keduanya dari kejauhan bersama Heeseung.
. pluvioseleno