Dance For Two

“Cantik banget, siapa itu?”

Sunghoon terkekeh gemas saat pemuda di dekapannya tersenyum malu dengan wajah memerah

“Lucunya, dulu bunda kamu ngidam apa?”

“Kak Hoon udah ih, stop gombalin aku! Ayo kita lanjut latihan aja!”

Sunghoon tergelak dan menuruti ucapan yang lebih muda. Ia menyalakan musik dan menggerakkan tubuhnya mengikuti irama musik itu.

Bugh!

Sunghoon menangkap tubuh mungil yang hampir terjatuh itu, lalu mendekapnya erat membuat yang lebih muda kebingungan.

“Kak Hoon?”

Did you know that you're so pretty when you dance?

Pertanyaan itu mengundang tawa renyah dari sang lawan bicara. “I know.

As you should.

“Kak Hoon ini kita ga lanjut kah?”

“Hm, udah aja gih. Sunoonya Kak Hoon pasti capek kan ya?” Sunghoon mengangkat tubuh kekasihnya itu sebelum menggendongnya ala koala.

“Uhm!”

“Kita pulang?” tanya Sunghoon, menempelkan hidungnya pada hidung Sunoo.

“Pulang!”

•••

“Sayang, ayo lati-” ajakan itu terhenti ketika melihat sang kekasih yang tengah meringkuk di kasurnya.

Panik, Sunghoon berlari mendekat dan mendapati sebuah kain yang tergeletak disebelah kepala Sunoo.

“Demam..” gumam Sunghoon setelah menyentuh kening Sunoo dengan punggung tangannya.

“Kak Hoon..?” panggilan Sunoo menghentikan niat Sunghoon untuk mengganti air di baskom yang sudah dingin.

“Kak Hoon latihan sendiri dulu gapapa? Bunda ngelarang aku latihan, tadi bunda juga yang ijinin aku sama kakak pembina.” lirih Sunoo, ada rasa bersalah di tatapan matanya.

“Iya gapapa, Kak Hoon juga ikut ijin aja deh.” ujaran itu mendapat gelengan pelan dari Sunoo.

“Enggak, aku gapapa kok sendiri disini. Bunda ntar sore juga pulang, jadi mending Kak Hoon buruan kesana nanti dicariin kakak pembina.”

Mengalah, akhirnya Sunghoon mengiyakan. “Ya udah, tapi kakak ganti air ini dulu ya.”

“Eum.”

•••

Power kamu kelebihan, biar apa?” tanya kakak pembina setelah melihat penampilan Sunghoon.

“Biar cepet pulang, nemenin Sunoo yang lagi sakit.” jawab Sunghoon terlalu jujur.

“Ya sudah, kita akhiri aja latihan hari ini. Lusa saya balik bina kamu lagi, harus seimbang powernya ya?” ujar kakak pembina yang menerbitkan senyum tipis di bibir Sunghoon.

“Siap.”

•••

“Sayang!”

“Huh? Kak Hoon? Kok cepet?” Sunoo sedikit tersentak saat Sunghoon membuka pintu kamarnya dengan keras.

“Kakak pembina udah bolehin aku pulang, biar aku bisa nemenin kamu.” jawab Sunghoon yang langsung melingkarkan lengannya diperut yang lebih kecil.

“Apa-apaan, mana bisa gitu.” ujar Sunoo tak percaya.

“Beneran, suwer deh kakak ga bohong.” balas Sunghoon sambil menyengir.

“Pasti kakak ada ngomong macem-macem sama kakak pembina kan?” Sunoo masih menolak percaya.

“Udahlah yang, yang penting kakak sekarang bisa bareng kamu.”

“Halah.”

“Yang.” Sunghoon bangkit dan memegang kedua pundak Sunoo.

“A-apa?” Sunoo jelas tersipu saat ditatap intens oleh kekasihnya itu.

“Kamu harus tau gimana bosennya kakak waktu nari sendirian, ga ada si cantiknya kakak yang bisa kakak pandangin sambil nari. Ga ada sama sekali.”

Sunoo menatap Sunghoon tak percaya, kekasihnya ini kenapa?

“Kak Hoon kenapa?” tanya Sunoo, sedikit memiringkan kepalanya.

Sunghoon memeluk Sunoo erat, sebelum menjawab “I miss you so much, wanna spend a lotta time with you without that damn practice.

“Ututu pacar Sunoo kangen~”

.pluvioseleno