“Mau?” tanya Jungwon saat melihat Sunoo yang terus menatap kearah jejeran bunga matahari.
“Mau, sebuket ya. Nanti uangnya gw ganti.”
Jungwon hanya mengangguk, toh ia tak mengharapkan Sunoo mengganti uangnya. Biarpun Sunoo meminta toko bunga ini pun akan Jungwon belikan.
“Sebuket bunga matahari juga ya, kak.” ujar Jungwon setelah penjaga toko itu menyerahkan buket baby breath padanya.
“Baby breath! Cantik banget.” ujar Sunoo yang baru kembali dari mengelilingi toko bunga ini.
“Mau pegang?”
“Mau.” Jungwon menyerahkan buket bunga itu pada Sunoo. Lalu ia mengeluarkan ponselnya dan memotret Sunoo yang sibuk dengan buket bunga ditangannya.
“Cantik.” gumam Jungwon pelan
•••
“Pemakaman?”
“Ya.”
Keduanya turun dari mobil. Dengan buket bunga baby breath ditangannya, Jungwon menggenggam tangan Sunoo yang hanya diam mengikutinya. Oh, Sunoo juga membawa buket bunga matahari ditangannya yang lain.
“Halo, mama.” Jungwon menaruh buket bunganya dan mengelus batu nisan yang bersih itu.
“Halo, tante.” ujaran Sunoo membuat Jungwon membelalakkan matanya.
“Apa?”
“Hah?” tanya Sunoo yang juga kebingungan.
“Ulang tadi kamu ngomong apa?”
Kamu :)
“Halo, tante?” ulang Sunoo. Jungwon kembali tersenyum, membuat Sunoo menyatukan alisnya.
“Mama, ini tunangan Jungwon yang udah Jungwon ceritain waktu itu. Cantik kan?”
“Gw ganteng.”
“Iya aja napa sih.”
“Ish.” Sunoo memalingkan wajahnya, kesal.
“Jungwon sebenernya udah lama suka sama dia, tapi mama tau sendiri kan kalo Jungwon ga bisa pendekatan sama orang. Jadi ya Jungwon minta bantuan papa buat bikin pertunangan antara Jungwon sama Sunoo.
Jungwon senang, karena Sunoo nerima pertunangannya. Tapi Jungwon takut, karena Sunoo nerima pertunangannya secara terpaksa. Jungwon udah usaha sebenernya, tapi ga tau sih bisa dibilang usaha atau bukan. Tapi kayaknya Sunoo masih belum suka sama Jungwon.
Ma, doain supaya Sunoo bisa cepet suka balik sama Jungwon ya.”
Terlalu asik berbincang, Jungwon tak menyadari bahwa Sunoo sudah menghilang dari sampingnya.
Panik, Jungwon berdiri dan mengedarkan pandangannya. Ia menghela napas lega saat melihat Sunoo yang duduk di samping nisan yang terletak tak jauh dari tempatnya sekarang.
“Mama, Jungwon pergi dulu. Nanti Jungwon datang lagi, sayang mama.”
Jungwon mendatangi Sunoo yang duduk manis dengan tangan bertautan dan mata yang memejam, lalu duduk disampingnya dan ikut memejamkan mata.
“Eh, astaga!” Sunoo memukul pundak Jungwon yang terkekeh karena wajah terkejut Sunoo yang sangat menggemaskan.
“Kak Young, ini tunangan Sunoo yang sempet Sunoo ceritain waktu itu. Dia pemaksa, kesel banget deh.” keluh Sunoo.
Jungwon menatap batu nisan itu,
'Song Hayoung'
lalu beralih ke bingkai foto dibawahnya. Terdapat Sunoo, Kak Minkyu, dan seorang wanita berambut jingga kemerahan yang tertawa bersama. Wanita itu sama persis dengan yang ada di wallpaper ponsel Sunoo.
“Dia Kak Hayoung, pengasuh gw sama Kak Minkyu dulu. Lu pasti tau kan gimana mami gw.” ujar Sunoo setelah melihat Jungwon yang terdiam.
“Halo, Kak Hayoung. Saya Jungwon, tunangan Sunoo. Terima kasih udah merawat Sunoo, saya ingin minta ijin untuk ikut menjaganya. Saya bakal jaga dia tanpa berusaha untuk menyakitinya. Saya ga janji, tapi saya bakal buktiin sendiri.” perkataan Jungwon membuat Sunoo tertawa pelan.
“Lu kayak orang mau lamaran.”
“Emang, kan mau ngelamar kamu.”
“Kak, ada buaya nah.” adu Sunoo sambil cemberut.
“Buaya sama kamu doang.”
“Hilih.”
•••
“Lu beneran suka sama gw?”
“Emang gw keliatan bercanda?” Jungwon melirik Sunoo sekilas dan kembali fokus menyetir.
“Iya.”
“Asu.”
“Hahahaha.”
Selama beberapa saat mobil hitam itu hanya diisi dengan suara tawa Sunoo yang menangkan untuk Jungwon.
“Kamu sendiri, udah suka sama aku belum?” pertanyaan itu membuat Sunoo terdiam.
Jungwon tersenyum tipis, ia tentu tahu jawabannya. “Belum ya, yah berarti usaha aku kurang.”
“Bantuin...” cicit Sunoo yang terdengar kurang jelas di telinga Jungwon.
“Hah?”
“Bantuin gw, supaya suka juga sama lu.”
.pluvioseleno